Prediksi Bola Betting

Prediksi Taruhan Bola Terkini

Wednesday 25th April 2018

Pesepakbola Terbaik Sepanjang Masa ( Berdasarkan Prestasi )

Posted by:
Pesepakbola Terbaik Sepanjang Masa ( Berdasarkan Prestasi )

Pesepakbola Terbaik Sepanjang Masa ( Berdasarkan Prestasi )

Pesepakbola Terbaik Sepanjang Masa ( Berdasarkan Prestasi ), – Sepakbola, football atau soccer ( benua Amerika ) secara luas sudah dikenal sebagai olahraga yang paling banyak diminati di seluruh dunia. Dan sepanjang sejarahnya telah memiliki sangat banyak pemain-pemain yang terkenal.

Pemain bintang datang dan pergi, gantung sepatu atau telah pensiun. Namun pergantian era antara pemain satu ke pemain lainnya yang lebih muda selalu saja terjadi dan menjadi idola baru. Pada edisi kali ini, mari kita membahas 10 pemain-pemain terbesar dan terbaik yang pernah ada di lapangan hijau. Namun sebelum kita memulainya ada baiknya kita mengkategorikan dahulu, karena untuk memilih yang terbaik tentu saja terlalu luas.

Kali ini kita akan memilih berdasarkan kategori talent/ ability atau kemampuan yang di miliki sang pemain tersebut dan kesuksesan mereka meraih trophy.

1.PELE

Peraih penghargaan Piala Dunia tiga kali bersama Brazil tahun 1958, 1962 dan 1970 dan juga merupakan ikon sesungguhnya dalam permainan sepakbola dalam satu abad ini, Pele telah dikenal secara luas sebagai pemain sepakbola terhebat yang pernah ada. FIFA juga telah memberikan penghargaan khusus kepadanya sebagai pesepakbola terbaik di abad ke 20.

Karir internasionalnya bergelimang kesuksesan, namun kesuksesan di tingkat klub masih menjadi perdebatan sengit hingga saat ini, mengingat dia menghabiskan hampir seluruh karirnya bersama klub negaranya, Santos dan beberapa tahun bermain di liga Amerika yang dianggap liga yang kurang kompetitif.

Walaupun Pele selama bermain bersama Santos, telah mendapatkan seluruh gelar yang mampu didapatkan dan mencetak gol dalam jumlah yang fantastis ( kemungkinan menjadi yang terbanyak hingga kini ), namun jelas pencapaian tersebut masih kurang mendapat apresiasi mengingat tidak terjadi di liga-liga yang lebih kompetitif seperti di Eropa.

Berdasarkan statistik tidak resmi, Pele tercatat telah mencetak 1281 gol dalam 1363 pertandingan yang dimainkannya. Mencetak lebih dari 100 gol permusim sebanyak tiga kali bersama Santos di tahun 1959, 1961, dan 1965. Satu-satunya kelemahan dalam karirnya yang gemilang itu seperti yang sudah kami katakan diatas yaitu tidak pernah bermain di liga-liga besar Eropa. Dimana liga-liga Eropa memiliki tingkat persaingan yang lebih kompetitif.

Namun tetap saja, dengan raihan gelar internasional yang telah diraihnya bersama Brazil dan kemampuannya untuk mencetak gol-gol penting secara konsisten bagi negaranya tersebut, rasanya amat layak menjadikan Pele sebagai pemain terbaik di dunia yang pernah ada.

2. LIONEL MESSI

Sebagian fans sepakbola tentunya mengenal dan mengetahui bahwa untuk saat ini rasanya tidak ada pemain yang mampu menyamai pencapaian yang diraih oleh Lionel Messi, dan kemungkinan akan tetap dianggap yang terbaik setelah dia gantung sepatu nanti.

Di usianya yang baru menginjak 28 tahun, Messi masih memiliki beberapa tahun lagi untuk melewati pencapaian terbaiknya bersama negaranya, Argentina. Tahun 2014 kemarin adalah pencapaian terbaiknya sejauh ini, membawa Argentina ke partai final Piala Dunia, namun sayang di partai puncak tersebut mereka dikalahkan Jerman.

Di tahun 2014 tersebut pula dia meraih prestasi fenomenal bersama klubnya Barcelona. Mencetak total 53 gol semusim yang menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak di La Liga dan Eropa serta mengantarkan Barcelona menjadi juara liga.

Lionel Messi bergabung bersama Barcelona sejak usia yang amat muda, 13 tahun, dan melakukan debut bersama tim Spanyol tersebut di usia 17 tahun semenjak itu Messi tidak pernah lagi tergantikan di posisi depan pemain Barcelona.

Dia merupakan pemain terpenting bagi kesuksesan besar yang diraih oleh tim asal Catalan tersebut dalam satu dekade terakhir. Bersama Messi, Barcelona menjadi tim tersukses di Eropa dengan meraih tiga kali gelar liga Champions.

Lionel Messi dalam Statistik

Lionel Messi dalam Statistik

Torehan gol Lionel Messi hingga saat ini adalah 452 dalam 575 pertandingan kompetitif yang dilalui seluruhnya bersama Barcelona. Messi pun tercatat saat ini merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan total 407 gol, selain itu dia pun menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah liga Spanyol dengan raihan 283 gol.

Baru-baru ini, Lionel Messi pun telah mencetak rekor baru dengan mengalahkan torehan rekor sebelumnya atas nama Ronaldo di liga Champions dengan total gol 77. Torehan gol demi gol merupakan sebagian saja dari dampak yang ditimbulkannya bersama Barcelona. Jika tidak bisa mencetak gol dia pun rajin mencetak assist-assist indah melalui umpan-umpan membelah diantara pemain lawan atau melalui bola lob.

Dalam karir internasional, seperti yang telah dibahas diatas, Messi baru saja membantu negaranya menempati peringkat kedua di piala dunia 2014 lalu. Walau dia gagal menjadi juara dunia, namun atas pencapaiannya tersebut dia di anugerahi gelar pemain terbaik di turnamen tertinggi sepakbola tersebut.

Selain pencapaiannya bersama klub dan tim nasional, Messi juga meraih berbagai penghargaan tingkat individu. Messi adalah peraih lima kali penghargaan Ballon d’Or ( pemain terbaik dunia FIFA ), 4 gelar top skor liga Champions, 4 kali sebagai pencetak gol terbanyak La Liga, dan tiga kali meraih Golden Boot Eropa sebagai pencetak gol terbanyak diantara liga-liga besar di Eropa.

3. DIEGO MARADONA

Bisa jadi Maradona adalah pendribel bola terbaik yang pernah ada, si boncel membawa Argentina yang kala itu sebenarnya tim yang bermain standar-standar saja menjadi juara Piala Dunia di tahun 1986. Selain itu dia juga melengkapinya dengan mencetak dua gol terbaik yang pernah ada dalam turnamen yang berlangsung di Mexico tersebut.

Nama Maradona acap kali dibanding-bandingkan dengan Pele jika membahas tentang pemain terbaik di dunia sepakbola yang pernah ada. Namun terdapat perbedaan mendasar antara keduanya, Maradona menghabiskan hampir seluruh karirnya di kompetisi Eropa bersama FC Barcelona dan klub asal Italia, Napoli.

Saat Maradona pertama kali pindah ke Barcelona, klub asal Catalan tersebut harus menebusnya dengan harga yang menjadi rekor transfer kala itu. Namun kehidupan dan karirnya di Barcelona kala itu hanya berlangsung singkat setelah selalu dipenuhi oleh kontroversi dan hanya mampu membawa Barcelona meraih trophy Copa del Rey.

Maradona kemudian melanjutkan karirnya di Italia bersama Napoli yang saat itu hanya merupakan klub medioker jika dibandingkan raksasa Italia lainnya seperti Juventus, AC Milan, Roma dan Inter Milan yang bergantian menjuarai Serie A Italia.

Namun kali ini, Maradona mampu membawa sukses besar untuk Napoli. Dari hanya tim medioker menjadi kandidat serius menjuarai Serie A. Gelar Serie A pun diraihnya bersama Napoli di tahun 1987 dan tahun 1990 ditambah beberapa trophy lainnya seperti Copa Italia ( 1987 ) dan Piala UEFA ( kini dikenal sebagai Europa League ) di tahun 1989.

Ribuan penggemarnya di Napoli selalu menantikan akhir pekan demi hanya menonton sang idola bermain di San Paulo Stadion. Namun sayangnya diakhir karirnya tidak berujung baik untuk sang legenda, berbagai kontroversi yang selalu menghampirinya seperti penggunaan obat-obatan dan kelebihan berat badan menjadi topik yang selalu disorot.

Namun jika melihat pencapaian yang telah dilakukannya, terutama dampak yang ada berkat kehadiran dirinya di tim yang tidak dianggap unggulan, rasanya sangat pantas dan bisa jadi Maradona juga merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah ada di sepakbola.

Bagi anda yang tertarik untuk mengikuti taruhan secara online dapat melakukan taruhan bola Liga Spanyol ini bersama kami di Yukitabet, dengan hanya melakukan deposit awal sebesar 50 ribu rupiah anda akan mendapatkan berbagai macam bonus dan sudah bisa untuk melakukan taruhan. Lakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan mengisikan data-data anda dibawah artikel ini atau bisa juga mengklilk tautan berikut –>Cara daftar Sbobet

4.ZINEDINE ZIDANE

Zidane mulai dikenal dunia berkat kemampuannya mengontrol pertandingan kala masih bermain bersama Bordeaux di Prancis, tim yang dibelanya selama 4 tahun sebelum akhirnya hijrah ke Juventus di tahun 1996. Bersama Juventus karirnya semakin mengkilap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia yang pernah ada.

Zidane merupakan aktor utama keberhasilan Prancis meraih gelar Piala Dunia 1998 yang kala itu berstatus sebagai tuan rumah. Di partai puncak menghadapi favorit juara, Brazil Zidane mencetak dua gol sundulan indah untuk membantu negaranya meraih gelar Piala Dunia yang pertama dan satu-satunya sepanjang sejarah. Atas kontribusinya yang besar bersama tim nasional Prancis tersebut, FIFA menganugerahkan penghargaan golden ball ( pemain terbaik ) di kejuaraan Piala Dunia tersebut.

Di musim awalnya bersama Juventus, dia membantu klub asal kota Turin tersebut meraih gelar liga Serie A yang kemudian dilakukannya kembali setahun kemudian. Juventus pun dibantunya mencapai babak final liga Champions dua kali di dua tahun awal kedatangannya bersama Juventus, namun sayangnya mereka menelan kekalahan dalam dua kesempatan tersebut.

Raksasa Spanyol, Real Madrid yang kala itu sedang mengumpulkan pemain-pemain bintang untuk menwujudkan ambisi presiden klubnya menjadi yang terbaik, memboyong Zidane ke Santiago Bernabeu dengan rekor transfer pada tahun 2001.

Hanya butuh setahun bersama Madrid, Zidane membantu klub ibukota Spanyol tersebut meraih gelar liga Champions. Dalam partai final melawan Bayer Leverkusen, Zidane mencetak satu gol indah lewat tendangan volley kaki kiri dari posisi sulit di sudut gawang. Gol nya tersebut juga dianugerahkan sebagai salah satu gol terbaik sepanjang liga Champions.

Bersama Zidane, Real Madrid mendominasi liga Spanyol, namun dampak yang paling besar atas kehadirannya justru hadir di tim nasional Prancis dalam ajang Piala Eropa 2000. Zidane menjadi faktor kunci keberhasilan Prancis menjuarai gelar keduanya setelah meraih gelar Piala Dunia di tahun 1998.

Enam tahun kemudian, Zidane kembali membantu negaranya maju hingga babak final Piala Dunia di Jerman, namun sayangnya Prancis gagal di partai puncak tersebut setelah kalah adu penalti atas Italia. Partai final Piala Dunia itu pula menjadi momen paling mengecewakan sepanjang sejarahnya yang begitu gemilang. Akibat melakukan tandukan yang tidak seharusnya dilakukan terhadap Marco Materazzi, Zidane harus menerima kartu merah tepat disaat-saat akhir karirnya.

5. FRANZ BECKENBAUER

JIka ada penghargaan untuk pemain sepakbola ter-anggun yang pernah ada mungkin penghargaan tersebut akan menjadi milik mantan kapten tim nasional Jerman Barat ini, Franz Beckenbauer. Pemain ini bukan hanya memiliki bakat alam yang luar biasa, namun juga merevolusi permainan sepakbola.

Posisi aslinya adalah sebagai bek tengah, namun sebagai pemain bertahan dia juga memiliki kemampuan untuk membawa bola dan menjadi pengatur serangan, suatu posisi yang kemudian dikenal sebagai Libero. Bermain dengan posisi ini menjadikannya sukses besar, baik bersama klubnya saat itu ,Bayern Munchen maupun di tim nasional bersama Jerman Barat ( kemudian hari menjadi Jerman )

Memulai karirnya di klub semenjana dan rival Bayern Munchen, SC Munchen, Beckenbauer kemudian bergabung dengan tim raksasa Jerman tersebut di tahun 1958 dan setelahnya perjalanan karirnya diliputi tinta emas. Bersama Beckenbauer, Munchen mendominasi sepakbola Jerman Bundesliga bahkan tim nasional Jerman Barat pun kecipratan kesuksesan bersama pemain ini.

Bersama Munchen, Beckenbauer meraih gelar European Cup ( kini liga Champions ) tiga musim beruntun di tahun 1974, 1975 dan 1976. Bersama Bayern Munchen pula lah Beckenbauer pertama sekali mencoba posisi yang dikenal sebagai “Sweeper” yaitu sebuah posisi yang berada di antara bek tengah dan menjadi pemain pertama yang akan menyaring serangan lawan. Disamping dari Sweeper ini pula lah setiap serangan dari Bayern Munchen bermula. Beberapa gol yang dihasilkannya merupakan gol-gol berkelas dunia dimana lahir dari posisi belakang hingga depan.

Karir internasionalnya mungkin hanya bisa digambarkan melalui satu kata, SUKSES. Setelah hanya menempati peringkat kedua pada piala dunia 1966 kalah dari Inggris, di tahun 1974 Jerman Barat menjadi juara piala dunia 1974 dengan mengalahkan Belanda di partai puncak. Dia juga membantu Jerman Barat meraih gelar Piala Eropa ditahun 1972.

Beckenbauer bukan hanya menjadi pemain terbaik, namun juga merupakan visioner yang meraih berbagai kesuksesan sebagai pemain maupun sebagai pelatih kepala bersama Bayern Munchen dan Jerman. Begitu pun dengan sumbangsihnya di akhir karirnya, di liga MLS ( Amerika Serikat ) bersama New York Cosmos membantu kepopuleran olahraga sepakbola di tanah Amerika Serikat.

Di ujung karirnya sebagai pemain bersama Hamburg di Bundesliga, Beckenbauer masih mampu membawa tim tersebut meraih gelar liga.

6. CRISTIANO RONALDO

Sama halnya seperti Lionel Messi, Ronaldo mungkin saja akan mengalami peningkatan posisi jika sudah menggantung sepatu nanti. Saat ini superstar asal Portugal ini sudah berusia 30 tahun namun masih tampak sangat kuat dan tidak akan berhenti dalam waktu dekat ini.

Ronaldo merupakan contoh sempurna untuk seorang atlit yang memulai karirnya di klub sepakbola negaranya bersama Sporting Lisbon sebagai penyerang yang memiliki kemampuan dan skill tingkat tinggi untuk mengacak-acak pertahanan lawan. Manchester United adalah klub yang beruntung melihat performa dan talenta dari pemain ini.

Ronaldo memulai petualangannya di liga Inggris di tahun 2003, dan semenjak itu karir dan talentanya semakin membaik dari tahun ke tahun, Ronaldo juga terkenal sebagai pekerja keras dan haus akan gelar juara yang kerap kali merupakan sumber motivasi bagi teman-teman seklubnya.

Bersama Ronaldo, Manchester United meraih sukses besar di liga domestik Inggris maupun di kejuaraan Eropa. Di kompetisi domestik mereka meraih gelar liga Inggris tiga musim beruntun dan meraih gelar liga Champions di musim 2008, dan meraih penghargaan sebagai pemain terbaik di dunia ( FIFA ballon d’Or ).

Di tahun 2009, Real Madrid yang berniat untuk menghentikan dominasi Barcelona di La Liga Spanyol, memboyongnya sebagai saingan Lionel Messi di tim Catalan tersebut. Manchester United yang tidak berminat menjualnya, terpaksa harus rela melepas kepergian sang bintang setelah ditebus dengan harga $100 juta.

Kepindahannya tersebut membuat persaingan di La Liga menjadi kian panas antara kedua klub yang memang selalu bersitegang tersebut. Tak tanggung-tanggung para fans di seluruh dunia pun terbelah antara membela Ronaldo atau mengidolai Lionel Messi. Setiap minggu persaingan antara kedua tim ini selalu tersaji baik dalam hal pencapaian gol atau assist atau peran penting bagi klubnya masing-masing di la liga.

Bersama Real Madrid, Ronaldo merengkuh gelar liga Champions keduanya sepanjang sejarah dan juga merebut gelar la liga di musim 2012/2013. Namun sayangnya karir internasionalnya bersama tim nasional Portugal sedikit mengecewakan namun setidaknya kita masih melihat perbaikan performa berkat kehadirannya.

7. ALFREDO DI STEFANO

Di Stefano telah dikenal luas sebagai salah satu pemain sepakbola terbaik yang pernah ada terutama bagi Real Madrid yang mentasbihkan pemain ini sebagai pemain Real Madrid terhebat hingga kini. Bersama klub ibukota Spanyol tersebut, Di Stefano meraih 5 gelar European Cup ( Liga Champions kini ) secara beruntun di era 1950-an.

Sejatinya pemain ini merupakan kelahiran Argentina namun seiring perkembangan dia kemudian tampil membela tiga tim nasional ( Argentina, Spanyol dan Colombia ). Sepanjang karirnya diajang internasional berakhir dengan ketidakberuntungan untuk Di Stefano. Sedang berada di puncak karirnya sewaktu masih membela Argentina dengan mengemas 35 gol dari 43 pertandingan, namun Argentina menolak untuk bermain di ajang Piala Dunia tahun 1950 dan 1954.

Spanyol yang datang menawarinya pergantian kewarganegaraan langsung diterimanya demi ambisinya bermain di Piala Dunia. Namun Sial, Spanyol gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia 1958 setelah gagal di babak kualifikasi. Kesempatan terakhir untuk dapat tampil di ajang piala dunia 1962 kembali menelan kekecewaan, cedera menghalanginya untuk dapat membantu Spanyol lolos ke ajang tertinggi sepakbola dunia tersebut.

Namun bersama Real Madrid, kemampuannya mencetak gol walau berposisi sebagai pemain tengah tidak perlu diragukan lagi. Real Madrid dibawanya memasuki masa paling terang di sepanjang sejarah Los Blancos. Mencetak total 216 gol hanya dari 282 pertandingan menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Real Madrid kala itu.

Dengan raihan 5 gelar European Cup ( kini Liga Champions ) secara beruntun dan mencetak total 49 gol hanya dari 58 pertandingan, Di Stefano menjadi pencetak gol terbanyak di ajang tersebut yang bertahan hingga beberapa dekade kedepan, hingga akhirnya pemain Real Madrid lainnya memecahkan rekor tersebut yaitu Raul Gonzales di tahun 2005.

8. XAVI HERNANDEZ

Urutan ke delapan dalam peringkat ini tentu akan membuat pembaca sedikit mengernyitkan kening, namun Xavi merupakan pemain yang meraih sukses besar baik bersama klubnya Barcelona maupun dengan tim nasional Spanyol yang kami rasa sangat pantas berada dalam deretan pemain-pemain terbaik ini.

Memulai karirnya sebagai pemain Barcelona sejak dari Barcelona Youth team di tahun 1998, Xavi akhirnya menjadi pilihan di lapangan tengah pada tahun 2002 ketika saat itu Barcelona kesulitan menemukan pemain untuk posisi gelandang. Memulai posisi aslinya sebagai pemain gelandang bertahan, namun kemudian adalah kemampuannya membaca serangan, membangun tempo dan mengontrol pertandingan yang layak diacungi jempol.

Xavi bersama dengan Iniesta dan Messi merupakan kombinasi dan trio pemain Barcelona yang terkenal lewat permainan tiki-takanya yang di kemudian hari diadoptasi dalam permainan di tim nasional Spanyol. Bisa jadi, Xavi merupakan pemain tengah paling jempolan yang pernah ada. Dalam usia emasnya, Barcelona meraih gelar-gelar bergengsi di dunia berikut dibawah ini adalah beberapa gelar yang diraih oleh Xavi baik bersama Barcelona maupun dengan tim nasional Spanyol.

Bersama Barcelona

  • Gelar Juara La Liga Spanyol : 8 kali
  • Copa del Rey : juara 3 kali ( runner up 2 kali )
  • UEFA Champions League : juara 4 kali
  • FIFA Club world cup : Juara 2 kali

Bersama tim nasional Spanyol

  • Euro / Piala Eropa : Juara dua kali
  • Piala Dunia : juara sekali

9. JOHAN CRUYFF

Pesepakbola Belanda, Johan Cruyff merupakan salah satu gelandang menyerang terbaik yang pernah ada, dan sama seperti legenda Jerman, Franz Beckenbauer, Cruyff juga bukan hanya sukses mendapatkan prestasi, namun juga mampu merevolusi sepakbola.

Merupakan pemain asli binaan Ajax Amsterdam, dan menghabiskan hampir seluruh karirnya di tim Belanda tersebut, Cruyff membantu timnya meraih 7 titel juara liga Belanda dan tiga gelar liga Champions dengan mencetak total 190 gol dari 240 pertandingan sebelum akhirnya menerima pinangan klub asal Spanyol, Barcelona.

Karirnya bersama Barcelona memang tidak sesukses saat masih bersama Ajax, namun ide dan filosofinya lah yang kemudian hari membawa klub Catalan tersebut meraih kesuksesan besar lewat akademinya yang terkenal La Masia.

Bersama tim nasional Belanda, Cruyff merupakan salah satu pemain andalan yang membawa tim orange melangkah hingga babak final Piala Dunia 1976 yang saat itu dikalahkan oleh Jerman Barat. Namun bukan saat itu penampilan Cruyff dan Belanda mengejutkan dunia.

Piala Dunia 1972, menjadi saksi betapa mematikannya sistem sepakbola baru yang dikenal sebagai ” total football “. Dengan sistem ini para pemain dimungkinkan untuk berganti-ganti posisi dilapangan dan Cruyff adalah aktor utamanya. Cruyff sangat ahli berada di posisi sebagai pemain sayap atau sebagai gelandang menyerang. Total raihan 33 gol dari 48 pertandingan disumbangkannya untuk Belanda.

Menjelang akhir karirnya dia sempat bermain selama dua musim di MLS ( Liga Amerika Serikat ) sebelum akhirnya kembali ke Belanda dan menghabiskan karirnya bersama Feyenoord.

10. MICHEL PLATINI

Pemain legenda Prancis, Michel Platini bermain sebagai gelandang menyerang bersama Nancy, Saint-Etienne dan Juventus selama kurang lebih 15 tahun karirnya. Bermain sebanyak 432 pertandingan dan mencetak 224 gol untuk membantu klub yang dibelanya memperoleh gelar dan prestasi.

Secara garis besar, titik akumulasi dan pencapaian karirnya adalah ketika Juventus, klub yang dibelanya saat itu menjadi juara European Cup ( kini liga Champions ). Platini kala itu merupakan otak dari permainan Juventus dan bersama Juventus pula dia menjadi pemain pertama yang mampu meraih gelar Ballon d’Or tiga kali secara beruntun, 1983, 1984, dan 1985.

Platini juga menjadi kapten tim nasional Prancis ditahun 1984, saat ketika Prancis meraih gelar Piala Eropa yang merupakan gelar mayor pertama Prancis di berbagai ajang. Di Edisi piala eropa 1984 tersebut, dia juga menjadi pemain terbaik di ajang tersebut dan meraih gelar pencetak gol terbanyak.

Setelah pensiun sebagai pemain, dia kemudian menjadi pelatih tim nasional Prancis dari tahun 1988 hingga tahun 1992 dan di kemudian hari akhirnya terpilih menjadi Presiden UEFA.

Sumber : Total Sportek, UEFA.com, Wikipedia dan berbagai referensi lainnya

Tags: , , , , , , , , , , ,

********

GRATIS !!! Silakan daftar dan pasang taruhan judi bola online anda via Yukitabet.com (Agen Resmi Sbobet, Maxbet dan 368Bet di Indonesia). Support dengan transaksi menggunakan rekening BCA, Mandiri, BNI dan BRI dengan minimal deposit Rp 50.000 dan minimal pemasangan taruhan per pertandingan Rp 25.000. Agen Bola