Prediksi Bola Betting

Prediksi Taruhan Bola Terkini

22/09/2018

Bali United : Kegairahan Sepakbola Pulau Dewata

Posted by:
Bali United : Kegairahan Sepakbola Pulau Dewata

Bali United : Kegairahan Sepakbola Pulau Dewata

Bali United : Kegairahan Sepakbola Pulau Dewata, – Sepakbola Bali kembali bergairah setelah sekian lama mati suri, penyebabnya apalagi kalau bukan kehadiran Bali United ( dulu Putra Samarinda ) yang bermain di kompetisi tertinggi sepakbola tanah air, Torabika Soccer Championship ( TSC 2016 ).

Proses pengambilalihan kepemilikan Putra Samarinda ini berlangsung sangat unik kalau tidak mau dikatakan aneh, bermula dari keirian Yabes Tanuri terhadap abang kandungnya Pieter Tanuri yang merupakan salah satu anggota konsorsium PT Persib Bermartabat ( Persib Bandung ). Pieter yang merupakan pengusaha ban sepeda motor Corsa itu tergabung dengan beberapa pengusaha lainnya untuk menyokong Maung Bandung.

Melihat kesibukan abangnya bersama Persib Bandung tersebut, Yabes Tanuri yang juga penggila bola tersebut memiliki keinginan yang sama untuk dapat mengelola sebuah klub bola. Gayung bersambut, tak lama kemudian Yabes dan Pieter akhirnya mendapatkan sebuah klub yaitu Putra Samarinda yang saat itu sedang mengalami kesulitan dana.

Prosesnya pun tidak berbelit-belit, Yabes resmi menjadi pemilik baru Pusam yang dipindahkan ke Bali. Pertimbangan memilih Bali sebagai home base tak lepas dari pemikiran bahwa Pusam tidak akan berkembang jika terus berada di Samarinda karena di kota tersebut telah memiliki sebuah klub yang menjadi ikon kota tersebut yaitu Pusamania Borneo FC.

Maka dipilihlah Bali sebagai home basenya, selain karena Yabes Tanuri memang berasal dari Bali, pulau Dewata juga dikenal memiliki penggemar bola yang sangat banyak namun mereka tidak bisa mengekspresikan diri karena klub-klub dari Bali banyak yang mati suri akibat minimnya fasilitas dan masalah dana.

awalnya cukup sulit bagi mereka untuk mampu menarik massa menjadi suporter serdadu tridatu ini, karena masyarakat Bali lebih mengenal nama-nama klub lawas seperti Persegi Gianyar, Persekaba Badung atau Gelora Dewata. Strategi cukup jitu dilakukan oleh Yabes yaitu mengontrak mantan pelatih tim-nas U-19, Indra Sjafri.

Sebagaimana diketahui, Indra Sjafri cukup populer dikalangan sepakbola nasional usai keberhasilannya mengantarkan garuda U-19 tahun menjuarai Piala AFF 2013. Dan Yabes mengambil kesempatan tersebut untuk mempopulerkan Bali United kepada para penggemar sepakbola pulau Dewata.

Indra langsung di terima usai mendengarkan presentasi pelatih asal Sumatera Barat tersebut, menurut Yabes dia menyukai niat yang ingin diusung oleh Indra yaitu membangun kultur klub baru tersebut dengan ditopang oleh pemain muda. Managamen Bali United langsung memberikan kontrak yang berdurasi 5 tahun kepada Indra, sesuatu yang jarang terjadi di Indonesia, yang biasanya kontrak pelatih hanya berumur setahun saja.

Yabes pun tak tanggung-tanggung dalam menyokong Bali United, stadion Kapten I Wayan Dipta yang sebelumnya dipakai oleh tim Persegi Gianyar disulapnya menjadi stadion megah berstandar internasional.

TERHENTINYA KOMPETISI INDONESIA 

Di kompetisi ISL 2014/2015 lalu, Bali United menjadi tim dengan mayoritas di isi dengan pemain-pemain muda. Sayangnya mimpi tim ini untuk mulai eksis di persepakbolaan tanah air mendapat cobaan dan harus tertunda. Penyebabnya adalah konflik antara PSSI dengan menpora yang berujung sangsi dari FIFA

Namun berbeda dengan tim-tim lainnya yang banyak membubarkan tim, justru Bali United lebih gencar dalam memperkenalkan dirinya dikalangan pecinta sepakbola tanah air. Mereka melakukan berbagai cara termasuk dengan turut berpartisipasi dalam turnamen-turnamen tidak resmi, menggelar uji coba bahkan hingga turun ke sekolah-sekolah, harapannya apalagi agar Bali United semakin dikenal baik di lokal maupun nasional.

Sebagai klub baru, Bali United patut bersyukur mengingat saat ini mereka memiliki hingga 14 sponsor, sebuah hal yang sangat bagus untuk kategori klub baru. Yabes sendiri cukup yakin, kalau sepakbola Indonesia yang baru mengenal profesional pada 2009 lalu akan terus maju dan memiliki pangsa pasar yang cukup besar.

SUPORTER FANATIK

Kembali Menggeliatnya sepakbola Bali melalui Bali United tentunya juga dirasakan oleh para pecinta bola di pulau dewata. Kini Bali United bahkan tercatat sudah memiliki fans fanatiknya yang baru berdiri pada 14 Februari 2015. Kelompok suporter ini bahkan memiliki slogan “No Ticket No Game” suatu niatan mereka untuk membeli tiket dalam menonton pertandingan sepakbola.

Sebuah niat yang cukup membantu pihak klub tentunya, hal tersebut diutarakan langsung oleh ketua Semeton Dewata, Gus Casper “Jadi, setiap pertandingan tidak ada tiket gratis. Ini untuk membantu kelangsungan klub,”. Terakhir Gus Casper juga sangat berharap kalau Bali United bisa terus berprestasi di kancah sepakbola nasional dan mengharumkan nama Bali. Selain itu dia juga berharap Bali United bisa berumur panjang tidak seperti klub-klub lainnya yang lebih dulu ada di Bali yang kini telah tenggelam dan tidak mampu bangkit lagi.

Semoga niatan tersebut dapat tercapai setidaknya, masyarakat Bali sudah memiliki sebuah klub yang patut di suport dalam kompetisi tertinggi sepakbola nasional tanah air, Torabika Soccer Championship yang mulai digelar pada tanggal 29 April 2016.

Sumber : Bolacom, Wikipedia, dan berbagai referensi lainnya

Tags: , , , , , , ,

********

GRATIS !!! Silakan daftar dan pasang taruhan judi bola online anda via Yukitabet.com (Agen Resmi Sbobet, Maxbet dan 368Bet di Indonesia). Support dengan transaksi menggunakan rekening BCA, Mandiri, BNI dan BRI dengan minimal deposit Rp 50.000 dan minimal pemasangan taruhan per pertandingan Rp 25.000. Agen Bola